Hi saudaraku
Mungkinkah terpikir olehmu suatu kejadian hidup dalam kehidupan
Manusia diciptakan oleh Allah dari tetes air hina yaitu sperma yang dipertemukan dengan sel telur yang akhirnya terjadi pembuahan yang dinamakan janin berupa segumpal darah.
Janin yang masih belum berbentuk manusia itu dijaga dengan extra hati-hati agar perkembangannya baik. Hingga sampai melalui beberapa fase Allah menjadikan segumpal darah tadi berupa manusia kecil yang masih benar-benar bersih, suci, dan polos tak berdosa.
Begitu juga saat sikecil keluar kedunia ini masih dalam kondisi bersih, suci tak berdosa.
Begitu juga setelah beranjak berjalan dan mulai belajar bicara masih bersih, suci tak berdosa.
Namun dimasa-masa bersih, suci tak berdosa justru terkadang kita sebagai orang tua dengan sengaja mencoret kesucian anak kita dengan tinta hitam. "Tadinya tipis sich..." tapi lama-kelamaan akhirnya mengotori kesucian itu....!!! sadarkah kita?? ataukah memang sudah biasa!!
Ternyata justru kita yang merenggut kesucian sikecil yang masih polos tak berdosa. Memang sich...tidak semua orang tua begitu...!! tetapi terkadang tidak kita sadari memang begitu adanya.
Sebenarnya baik atau buruknya, suci atau ternodanya, sholeh atau durhakanya seorang anak semua tergantung pada cara orang tua menuliskan tinta mulia pada lembaran yang masih polos pada sikecil tadi. Nggak percaya???? boleh dicoba!!!!
Oke...sobat mungkin ini bisa kita jadikan intropeksi diri apakah kita termasuk perenggut kesucian atau penjaga kesucian??
Mari kita renungkan..........
Mungkinkah terpikir olehmu suatu kejadian hidup dalam kehidupan
Manusia diciptakan oleh Allah dari tetes air hina yaitu sperma yang dipertemukan dengan sel telur yang akhirnya terjadi pembuahan yang dinamakan janin berupa segumpal darah.
Janin yang masih belum berbentuk manusia itu dijaga dengan extra hati-hati agar perkembangannya baik. Hingga sampai melalui beberapa fase Allah menjadikan segumpal darah tadi berupa manusia kecil yang masih benar-benar bersih, suci, dan polos tak berdosa.
Begitu juga saat sikecil keluar kedunia ini masih dalam kondisi bersih, suci tak berdosa.
Begitu juga setelah beranjak berjalan dan mulai belajar bicara masih bersih, suci tak berdosa.
Namun dimasa-masa bersih, suci tak berdosa justru terkadang kita sebagai orang tua dengan sengaja mencoret kesucian anak kita dengan tinta hitam. "Tadinya tipis sich..." tapi lama-kelamaan akhirnya mengotori kesucian itu....!!! sadarkah kita?? ataukah memang sudah biasa!!
Ternyata justru kita yang merenggut kesucian sikecil yang masih polos tak berdosa. Memang sich...tidak semua orang tua begitu...!! tetapi terkadang tidak kita sadari memang begitu adanya.
Sebenarnya baik atau buruknya, suci atau ternodanya, sholeh atau durhakanya seorang anak semua tergantung pada cara orang tua menuliskan tinta mulia pada lembaran yang masih polos pada sikecil tadi. Nggak percaya???? boleh dicoba!!!!
Oke...sobat mungkin ini bisa kita jadikan intropeksi diri apakah kita termasuk perenggut kesucian atau penjaga kesucian??
Mari kita renungkan..........
Komentar